Ini adalah salah satu moment dalam hidup yang terjadi 14 Agustus 2007 silam..
Pagi hari sekitar jam 07.00, ketika aku akan menjalani operasi kedua, detik-detik terakhir aku akan dibawa keruang operasi, Aku merasakan ketakutan yang amat sangat… Apalagi yang terjadi nanti..? Pengalaman pada operasi pertama 3 bulan sebelumnya, kesakitan yang benar-benar tak bisa terkatakan, komplikasi post operasi yang hampir saja membuat aku meninggalkan orang-orang yang aku cintai, kemudian kegagalan operasi itu sendiri yang membuat penderitaan yang tiada terkira yang membuat aku harus dioperasi lagi sekarang… semuanya.. terbayang nyata…
Aku takut.. aku takut… aku takut.. aku berteriak panik…menangis sejadi-jadinya.. Orang yang disamping aku tak lagi memberi kedamaian itu.. dia sudah menjadi orang lain bagiku sejak bertahun lalu..
Untunglah.. sahabat yang telah bertahun lebih seperti saudara perempuanku itu ada dan segera tahu apa yang harus dilakukan, dia peluk aku, digengam tanganku, berdoa sesuai dengan pemahamannya untukku… menenangkan aku… Kemudian seorang sahabat lain lewat ponselnya meminta operasi ditunda 10 menit saja.. menyarankan aku segera melakukan tayamumm dan sholat dua rokaat…
Dengan baju operasi dan ada beberapa slang dalam tubuhku, aku sholat, membaca tiap kalimat bacaan dalam sholat dan memasukkan dalam hati, dan bedoa pada akhirnya hanya dengan 2-3 kalimat saja, memohon kekuatan dan berkah dari Nya. Selesai sholat.. aku jauh lebih tenang.. aku pasrah.. aku percaya Allah swt menyayangi aku.. dan DIA pasti memberikan yang terbaik buat aku..Aku tidak mau lagi berpikir apa.. aku pasrah total pada kuasaNYa ketika tempat tidurku didorong masuk keruang operasi…
Aku menjalani operasi selama 3 jam penuh.. dan sadar tanpa rasa sakit dan komplikasi apa2.. Bahkan dokter anastesinya mengatakan, aku begitu kuat diruang operasi itu tiada masalah dengan semua sistem tubuhku, jantung, tekanan darah dan pernafasanku berfungsi begitu baik..
Kekuatan itu yang tetap melindungiku saat-saat aku baru benar-benar tersadar aku juga harus menghadapi suatu masalah lagi. Orang yang seharusnya mendampingi aku, oleh karena kebiasaan-kebiasaannya, berurusan dengan pihak berwajib, dan harus meninggalkan aku yang belum sadar penuh dari obat-obatan itu. Saat aku tahu, entahlah aku sama sekali tidak menangis. Aku tahu kejadian ini pasti terjadi. Mengapa Allah swt memilih pada saat ini, hanya Allahlah yang tahu, tapi satu yang aku yakin adalah Allah pasti memberikan yang terbaik buat aku.
Dua hari kemudian.. aku sudah boleh pulang berjalan sendiri tanpa kursi roda lagi, tanpa tongkat penyangga lagi…
Ya.. Allah.. begitu kuasanya Dikau.. KAU berikan aku kesempatan lagi untuk melangkah, menyusuri bumi ciptaanMu ini.. menyelesaikan semua tugas dan kewajiban yang KAU berikan padaku sebagai wujud dari tujuan kenapa Engkau ciptakan aku..
Ya Allah.. lindungi aku.. selamatkan diriku dari segala godaan yang bisa membuat aku menyimpang dari jalanMu.. . Amien……….






Word Donor Day 2009





