Hidup adalah Pilihan

Lho.. ngapain Na mbahas ini..? Pilleg sudah selesai? Pilpres masih lama..?

Pada posting terdahulupun Na mengatakan bahwa hidup ini tidak seperti multiple choice.

Plin-plan ya..?

Ehm nggak kok..

Dalam tiap detik, tiap detak jantung kita, kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang memaksa kita untuk memilih. Jika kita tidak memilih, diam, bukankah itu juga sebuah pilihan?

Hidup memang bukan seperti multiple choice, tinggal pilih salah satu yang benar dan bila anda salah memilih maka alamat gak dapat nilai bahkan minus…

Dalam hidup ini kebenaran tidak selalu mutlak, kebenaran yang mutlak hanya ada dalam Alqur’an dan hadist..

Hidup adalah pilihan..

Sebagian memang mudah .

Memilih yang benar diantara yang salah, jelas sekali karena sejak kecil kita sudah dididik untuk membedakannya.Berbagai pengalaman baik teladan orang tua, iman dihati, tuntunan agama, pendidikan dari bapak ibu guru sampai tata pergaulan yang ada di masyarakat.

Memilih yang paling baik diantara yang baik-baik..Ah sama-sama tidak beresiko kan? Seperti malam ini, aku memilih untuk menulis daripada bersembunyi dibalik selimut..

Malam juga belum terlalu larut, daripada pikiran kemana-mana aku tuang aja disini, barangkali dengan menulis aku bisa menjadi lebih mengerti hidup ini.

Seperti pepatah bagai buah simalakama…

Memilih tapi tiada yang baik. Tidak memilih, yang sebenernya juga sebuah pilihan, juga buruk…

Bingung..? pasti..!

Ada yang bilang padaku, “Dengarkan kata hati..” ahhh kata hati perempuan seperti aku? Aku cemas itu bukan kata hati melainkan perasaan.. yang kadang jauh dari kebenaran….

Sebagian lain bilang, “Pakai logika” …..Logika? Seberapa sih kemampuan manusia untuk berpikir, kita memang bisa menduga apa yang terjadi esok, (seperti ramalan cuaca misalnya) tapi bukankah gempa bahkan tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu saja tak seorangpun bisa menduga kan terjadi?… Masa depan memang harapan.. harapan yang masih misteri…

Akhirnya aku hanya bisa berpulang pada Dia Yang Memberi Hidup, Sang Maha Pengatur.. Illahi Rabbi.. dalam sujud panjang, dalam doa, dalam tiap tarikan nafas..

Ya Allah.. tunjukkanlah aku jalan yang harus aku tempuh, yang akan memberikan padaku keslamatan di dunia dan di akhirat. Aku ini bodoh ya Allah, maka berikan padaku petunjukMu, seperti halnya seorang ibu yang memberi makan anak-anaknya..

Dan malam ini aku ingat suatu kalimat yang ada dalam buku “ Mencari Mutiara Didalam Hati”… Jika kabur antara dua perkara dihatimu maka pilihlah yang paling berat bagi nafsumu untuk memilihnya..

Akhirnya hari ini aku melangkah, sambil terus memohon, Ya Allah, jika ini memang yang terbaik bagi kami, maka berilah kemudahan pada setiap langkah kami…

About these ads

21 gagasan untuk “Hidup adalah Pilihan

  1. Sekilas memang hidup itu seperti punya pilihan..tapi sebenarnya tidak. Karna hidup sudah ditentukan sejak awalnya dan kita hanya menjalaninya. Yg terbaik menurut saya adalah..jalani saja apa yg seharusnya memang harus dijalani. Tuhan tak melihat hasil kita..tapi yg dilihat adalah bagaimana kita menjalani proses hidup ini. Maaf bukan bermaksud menggurui..ini hanya ungkapan dari insan yg masih bodoh dan sedang menjalani proses hidup. Makasih ya udah mampir ke tempat saya. Salam hangat selalu dari Hary4n4 di Surabaya. Semoga hari2 Anda selalu diiringi dgn Cahaya PetunjukNya. Salam.

    Memang ada yang namanya takdir.. .namun kata Abieku.. Allah hanya menentukan sifat air itu membasahi.. Jika kita masuk ke air maka kita akan basah.. terserah kita mau masuk ke air itu atau tidak..

  2. Mbake…
    nyendir aku ya…
    kok kata-katku ada tuh..,
    tapi tetap pilihan yang terbaik hanya pada diriNya..
    Semangat mbake…

    Iya Bi.. seberapa sih akal manusia ini mampu berpikir.. yang penting sudah berusaha memilih yang terbaik ya Bi..? Hasilnya terserah pada Allah saja..

  3. Untuk hidup itu pilihan sih… no coment deh, yang pasti selama ini aku hanya bisa menjalani dan menghadapi apa yang ada dihadapku… Untuk saat ini aku belum bisa memilih hik..hik..hik.. :(

    ehm kata sahabatku.. sahabat kita ding.. lebih baik kita yang ikut mengarahkan kemana perahu kehidupan ini akan menuju daripada hanya mengikuti arus saja..:D

  4. Satu lagi ah..
    udah lama enggak ngacak-ngacak nih :P
    “Jika kabur antara dua perkara dihatimu maka pilihlah yang paling berat bagi nafsumu untuk memilihnya..”
    Aku senang sekali dengan kata-kata ini…
    Makasih mbake udah berbagi..

    Iya.. buku itu bagus.. banyak kata-kata yang bisa jadi pegangan..

  5. diantara dua pilihan, dimana kita harus memilih, pilihlah yang banyak maslahatnya bagi umat…. he…he… kata ustad itu juga…..

    Iya betul kata ustad Fauzi itu..

  6. untuk buah simalakama, ditanam aja deh….. jangan di makan…. haiyah….

    Itu buah simalakama kan gak dimakan termasuk ditanam juga salah.. enaknya dibuat jus.. jadi diminum… selamat pasti..:P

  7. kembalikan segala perkara kepada sang Maha Pencipta, tutup setiap do’a dengan ” Ya, Allah andai ini baik bagi-ku, baik bagi keluarga-ku, baik bagi agama-ku, maka kabulkanlah……”

    Thanks Kang..

  8. abi aja tiga koment, masa aku gak bisa lebih….. (hallo, bi…?)

    Sudah..sudah.. boleh kok.. boleh… Abi juga boleh Kang Uzi juga boleh…

  9. Pilihan-pilihan hidup yang ada akan membawa kita kepada sebuah konsekuensi. Ada rasa penanggungan disana. Jika pilihan kita benar maka bersyukurlah karena mata batin kita masih diberi petunjuk untuk berada di jalan-Nya, kalau ternyata pilihan kita salah segeralah beristigfar dan bertobat.
    Mm..Mba maaf judul bukunya g salah? bukannya “Mencari mutiara di dasar hati, bukan di dalam hati? Ternyata selera kita sama y? :D

    Manusia memang tempat salah dan dosa, namun Allah juga Maha Pengampun kan Bud.. tak usah lewat siapa atau kapan Allah swt pasti berkenan mengampuni semua dosa jika kita mau memohon ampunanNya.
    Iya judul bukunya itu..Iya kok sama ya? emang bagus dan enak dibaca.. mbake bawa kemana-mana..

  10. hai na. betul pada akhirnya jalan yang paling benar adalah minta tuntunan dari Maha Pencipta. jalan apapun yang kita lewati tidak pernah lepas dari masalah, namanya juga hidup kan na. semangat!!

    Ya Ami.. semangaaaaatt…

  11. Ada keanggunan di sana
    Di dalam langkah :)

    Iya.. lebih baik jika kita ikut menentukan kemana perahu kehidupan ini diarahkan daripada hanya mengikuti arus saja..

  12. betul mba… hidup itu memang menjalani sebuah piliha, dan pilihan-pilihan itu memang selalu hadir dalam hidup…dan ketika kita tidak memilih pun itu artinya kita sudah menentukan suatu pilihan… :)

    salam kenal,mba…

    salam kenal juga sahabat baru..terimakasih sudah mau berkunjung..

  13. Tentunya kita harus juga memilih saat menghadap Yang Maha Kuasa…

    Maksudnya bukan memlih waktunya ya sahabat baru? Memilih keadaan kita.. apakah kita sedang beriman atau sedang lupa … padahal kita gak pernah tahu kapan waktu itu datang..

  14. Yup..
    Hidup adalah pilihan
    Memilih dari pilihan2 yang terbaik yang ada pada suatu titik waktu
    Tak lebih tak kurang, setelah semua upaya dan Doa padaNYA.

    Wish you luck with your choice, Na. Do your best, and keep moving forward yaa.. :)

    Thanks for your support Mas..:)

  15. Hidup memang pilihan, tapi di dalamnya kita sering tidak mendapatkan kesempatan utk memilih.

    Ehmm maksudku dengan hidup adalah pilihan adalah memilih melangkah. memilih dalam menentukan.. sedangkan hasilnya adalah urusan Allah swt.. Gitu Kang mungkin..?

  16. Pilihan itu merupakan bentuk keperpihakan dari keinginan kita. Adakalanya kita mendapatkan sesuatu walaupun itu bukan keinginan kita dan adakalanya juga kita harus menerima sesuatu walaupun itu bukan pilihan kita melainkan keterpaksaan, tapi keterpaksaan bukankah itu sebuah pilihan juga? Akh jadi bingung..

    Duh Kang.. aku juga akut bingung..

  17. setuju mbak…hidup adalah pilihan, ketika memilih jalan yang satu maka akan berbeda dengan memilih yg satu lagi….apa kabar mbak na??? kangen deh ;)

    Yups Ria..Apapun pilihan itu, pilih yang terbaik dan minta petunjukNya, kemudian serahkan hasilnya padaNya jua.. Aku baik-baik saja Ria.. kangen juga nih.. :)

  18. Kalo pilihan kita salah terus apa yang harus kita lakukan mbak…?

    Menyesal… Oh No… lakukan tindakan agar dampak kesalahan itu tidak berkelanjutan itu yang terpenting.. baik bagi diri sendiri maupun pada orang sekitar kita, dan jadikan pelajaran ut melangkah lagi.. begitu ya Vidi..

  19. Ping-balik: 2010 in review « Percikan Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s