Aku menatap dari kejauhan dua orang perempuan yang sama-sama berjilbab itu.. Mereka baru saja saling mengenal entah kenapa kok ada pertengkaran. Sebenarnya aku tidak ingin mendengarnya tapi tempat dudukku tak jauh dari mereka…
Seorang diantaranya, dengan lirih hanya menjawab, “ kamu tidak berhak untuk mencaci aku seperti itu.. :” kamu tidak tahu apa-apa tentang aku!”
Perempuan lainnya bukannya diam tapi malah dengan sengit menyahut, itu “Aku tahu siapa kamu, si C cerita semuanya tentang kamu!”
Si teman tetap dengan dingin menjawab, “Terserah kamu bilang apa tentang aku, juga sebenarnya apa sih urusannya denganmu. Aku hanya mohon berhentilah berteriak, disini ada orang lain”
Namun apa yang diucapkan lawan bicaranya…?, “Iya, memang gak ada urusannya sama aku, tapi sebagai sesama pemakai jilbab aku ikut malu dengan perilakumu, lepaskan saja jilbabmu itu kalo itu hanya kamu gunakan untuk menutupi perilakumu, Istiqfar kamu!!!”
”Astqfirulllah… Akulah yang beristiqfar.. Jilbab, tiada kejelekan padanya, seperti apa kata Buya Hamka yang pernah aku baca disalah satu majalah Islam:Jika ada orang bilang, “Perempuan itu berjilbab tapi berperilaku kurang baik”, maka jawablah, “Yaa apalagi jika tidak..!” Jika ada orang bicara, “Orang itu yang tidak berjilbab tapi ibadah serta perilakunya juga sangat baik”, maka ucapkanlah, “Kalo dia berjilbab tentu akan lebih baik lagi..”
Kembali aku merenung tentang pertengkaran tadi.. Seorang muslimah menilai muslimah lainbegitu buruk hanya dari cerita seseorang yang belum tentu ada kebenarannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan dia mengapa juga perempuan itu tega menghakimi perempuan lain seperti itu?.. Bukankah keimanan seseorang itu hanya Allah swt yang tahu? Mengapa hanya sekedar mendengar cerita dari satu orang saja dia tega melakukan hal seperti itu…? Trus apa yang dilakukan seperti itu juga pantas..?
Duuuh…..Astqfirullah… Kenapa juga aku harus bertanya-tanya seperti ini.. ??!! Segera aku beranjak ke toilet menyusul perempuan yang habis dimaki-maki temannya itu….Mungkin aku bisa membantunya meski hanya dengan tersenyum padanya…
berbuat salah itu wajar. namun menghakimi temannya sendiri itu jelas lebih salah, apalagi kl sampe bawa2 urusan jilbab segala
salam kenal yah!
setuju apa yang disampaikan buya…
jilbab hati lebih baik daripada jilbab lahiriyah, tapi lebih baik kedua-duanya….
Ya jilbab adalah pakaian muslimah bagi sisiapa yg mengaku muslim wajib hukumnya memakainya… tetapi tidak ada orang lain yg berhak menilai jilbab yg melekat pada kita untuk menilai kepribadian yg mereka lihat terhadap diri kita… itulah kesombongan manusia… semoga mbak tidak seperti orang orang itu..
Berjilbab bagi seorang wanita muslim adalah kewajiban. Dan itu bukan satu satunya ukuran bahwa akhlaknya bagus. Semuanya membutuhkan proses. Kalau wanita menunggu untuk tak mau berjilbab karena alasan belum siap sama saja dia tak mau sholat kalau belum bisa khusuk. Masuk neraka dong?
Bicara masalah jilbab ya? wah aku enggak berjilbab nih.. he.he.
kadang manusia suka mengambil apa yang bukan menjadi milik dan keputusan, menjust seseorang yg menjadi tugas Allah/rab/Tuhan. dan biasanya ketika keputusan yang menjadi milik Nya direbut manusia maka akan terjadi perterkaran dan permusuhan.. semoga dengan tulisan mba banyak orang terilhami bahwa kita cuma berfungsi saling menasehati tapi tidak menghukum dan menghakimi seseorang