HIV/AIDS.. ADA DI SEKITAR KITA !

aku peduli

Siang itu aku benar-benar tercengang.. Ah benarkah? Ni, makalah bener apa gak sih…? Saat itu adalah sesi jurnal reading bagi mahasiswa yang menempuh praktikum di bagianku. Salah satu jurnal itu mengatakan bahwa prevalensi HIV positif di Venezuela adalah 40% dari seluruh penduduk dewasa….! Beberapa hari kemudian aku gak sengaja menemukan lagi peta epidemiologi HIV.. ternyata memang ada negara-negara yang ditandai dengan asiran tertentu dimana prevalensi HIV sampai 50%….!

Data dari Indonesia sendiri? Aku belum dapat yang pasti.. tapi patut diingat bahwa data epidemiologis di negara tercinta ini selalu tidak akurat.. apalagi kasus HIV/AIDS seperti gunung es.. yang nampak cuma puncaknya doang….!

Sekitar satu bulan lalu.. ada pasangan suami istri dari luar kota datang ke RSGM tempatku bekerja…. masih muda, umur 30 tahunan lah, si istri cantik, santun kelihatan smart dan berjilbab dengan jlibab yang sangat santun … Mereka menuturkan bahwa mereka berdua ga sengaja melihat papan nama rumah sakit gigi dan mulut dan iseng saja daftar karena sariawan yang gak sembuh-sembuh dirongga mulutnya..Beberapa bulan terakhir mereka sudah beberapa kali ke dokter spesialis penyakit dalam karena sering mual dan ke drg karena sering sariawan tersebut.. tapi tidak juga sembuh.. bahkan rencana ususnya mau diteropong. Singkat cerita karena ada kecurigaan akhirnya pasien dengan kooperatif menjalani test HIV…. dan hasilnya positif…! Bahkan dari jumlah CD4 pasien tersebut sudah dapat dikatakan masuk pada stadium 3, stadium AIDS..

Beberapa hari lalu dia kembali datang karena ada keluhan pada rongga mulut yang kayaknya karena efek samping dari obat.. Didampingi istrinya pasien tersebut berucap “Alhamdulillah, saya segera tahu penyakit saya.. Alhamdulillah istri saya masih seronegatif.. semoga test 2 bulan lagi juga seronegatif.. meski pertama kali saya syok tapi kini saya sudah menerima semuanya”… Aku tertegun sejenak, memandangi mereka berdua dan si kecil berumur 4 tahun yang lagi lucu-lucunya itu… Aku tidak ingin lagi bertanya dari mana dia tertular…. yang aku tahu adalah dihadapanku sekarang duduk seseorang yang menderita akkibat penyakit yang seharusnya bisa kita hindari keberadaannya …seandainya kita manusia berjalan diatas rel yang benar.. seandainya ajaran-ajaran agama dan nilai-nilai moral dijunjung tinggi dan seandainya kita semua peduli……!

8 thoughts on “HIV/AIDS.. ADA DI SEKITAR KITA !

  1. Jumlah penderita HIV Aids memang seperti gunung es, ya, Mbak. Sama seperti korban pemerkosaan, yang rata-rata terlalu malu untuk terpapar di dalam data-data resmi. Justru ini yang berbahaya karena membuat kita merasa ‘aman-aman’ saja; Indonesia masih jauhhhh… Masih sedikiiitttt…. Tapi kenyataannya? Banyak yang tak tersentuh statistik..
    Sedih juga…

    Tapi apapun itu, semoga saja saya tidak perlu menjadi penambah angka di statistik tersebut…
    Dan kalaupun saya memiliki seorang teman yang mengidap HIV Aids, mudah-mudahan saya masih bisa menerimanya tanpa ketakutan akan hal-hal tidak penting seperti tertular hanya karena mengobrol di sebuah kedai kopi.

    Iya La.. Prihatin juga, meski sedikit para penderita HIV yang tidak berdosa itu sangat patut diperhatikan. Mereka bukan “penular” (ehmm ini istilah yang aku buat sendiri, yang artinya mereka yang beresiko tinggi menularkan pada orang lain seperti penghobbi free sex dan drug), tapi mereka harus menderita dan kadang disisihkan seperti yang lain. Sebenarnya meskipun pada “penular” kita gak perlu kok ketakutan ketularan asalkan tidak ketularan perilaku mereka aja ya kan?”

  2. data epidemiologis di negara tercinta ini selalu tidak akurat.. apalagi kasus HIV/AIDS seperti gunung es.. yang nampak cuma puncaknya doang…

    bukan hanya data epidemologis saja mbak, hampir semua sektor tidak ada data yang akurat, dengan dalih jumlah penduduk yang begitu banyak dan tidka ada biaya. Tapi BPS sendiri mau melaksanakan survey dr asing yang duitnya banyak…miris

    EM

    Satu lagi ironi yang ada di Indonesia ini yha???

  3. bisa jadi mbak tertular dari sesuatu yang ga steril tapi di pake bergantian .. misalnya kepepet pinjem sikat gigi temen yang ODHA, pinjem alat cukur temen yang ODHA, or alat pencetan jerawat bisa gak tuh nularin HIV/AIDS kalo ga steril ? skarang mah kalo mikir nularnya dari hub.seksual or jarum suntik seharus na dilebihin lagi tuh opsinya…

    Semua.. yes.. bisa nular.. tapi kenapa yang ditekankan adalah hubungan seks dan jarum, karena kedua penularan itulah yang paling utama menyebarkan HIV sehingga perkembangan HIV begitu tinggi seperti ini</blockquote>

  4. Baca Tulisan mbak ini jadi inget temen yang kena HIV secara tak sengaja, dan kasihannya lagi ia gagal menikah dan sekarang ini banyak teman yang menjauhinya…
    Ironis memang, dulu dia selalu banyak yang menemaninya…

    Nggak sengajanya kenapa Abi?
    Ini yang dinamakan efek spiral Abi… Orang-orang yang jadi korban saja.. dan ini tidak begitu di angkat sebagai cara penyebaran HIV karena resiko mereka menularkan pada orang lain juga kecil.. lain dengan sex bebas dan drug.. Kedua perilaku tersebutlah yang menjadikan prevalensi HIV begitu meningkat tajam..
    Tentang temannya itu sebenarnya di VCT ada semacam pendampingan bagi psikologisnya..Paling tidak jika toh temen-temen menjauhi, dia tidak terlalu down..

  5. enggak jelas sih mbak tapi yang pasti tempat beliau bekerja begitu beresiko, dan pastinya bukan karena sex bebas, ataupun narkoba…
    Beliau bekerja isalah satu rumah sakit, karena kecelakaan kerja penyakit itu akhirnya bersemayam ditubuhnya…

    Yha.. banyak orang yang tak berdosa tertular penyakit ini Abi.. ini yang dinamakan efek spiral..
    Orang-orang yang diluar lingkaran penyebaran HIV yang jadi korban.. Semoga beliau tabah.. karena kalau psikisnya baik InsyaAllah dia akan bisa bertahan lebih lama dan tidak jatuh pada fase AIDS..

  6. Ping-balik: SEANDAINYA KALIAN ADA DIPOSISIKU « Saat Kutermenung

  7. Ha.ha..ha..
    itu kedip-kedip kenapa mbak e…
    kelilipan ya.. D)

    Iya.. Nih sedang pakai obat tetes mata dipinjemi mas Nug..Lumayan perih.. jadi kedip-kedip..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s