Hujan, Cinta dan…. Aku

HUJAN
Liburan Idul Fitri kemaren aku habiskan di Nganjuk kota kelahiranku …. Kembali ke Jember ehm udara terasa lebih sejuk dari pada saat aku tinggalkan kota ini.. Apalagi bila dibandingkan dengan Nganjuk. Di Nganjuk sampai hari inipun belum pernah turun hujan. Segera aku dapat cerita dari tetangga depan rumah bahwa pada hari ke 2 Idul Fitri, Jember terguyur hujan yang sangat deras disertai angin yang lumayan kencang…
Aku dapat melihat sisa-sisanya dengan berserakannya daun kering di halaman kecil depan rumahku…Dan memang, beberapa hari ini selalu mendung, satu dua kali hujan mulai mengiringi aku sepulang dari tempat aku mengajar. Hujan disini sering kali turun sekitar pukul 14.00.. dan menjelang magrib biasanya berhenti..

CINTA
Saat ini tidak sedang hujan …
Tapi aahhh entah.. tiba-tiba aku teringat sebait lagu lari Franky Sahilatua

Datanglah kekasih walau hari hujan
Biarkan cintaku memberi kehangatan…
……….
Cerita tentang hujan sering kita jumapi pada syair lagu dan adegan film, sinetron, klip sering ditambah dengan suasana hujan untuk memberi kesan romantis..

Hujan selalu membawa kita menjadi sentimentil yha?
Rindu, sedih, bahagia menyatu dihantar oleh suara titik-titik air yang jatuh dari langit itu…. dan semua ada dalam satu kata yang paling ajaib yang ada di muka bumi ini… CINTA….!
Yah.. cinta yang ada sejak manusia tercipta… cinta yang menjadi satu kesatuan dengan penciptaan itu…

AKU
Kemaren selepas magrib aku pulang dari luar kota, saat aku mulai menekan pedal gas untuk pulang, titik-titik hujan mulai datang. Awalnya aku berpikir wah.. ni dobel stresskku… pertama nyetir malam hari dan kedua dalam keadaan hujan…tapi entah.. aku dapat melampauinya sampai rumah tanpa perasaan was-was sama sekali….
Ini karena aku semakin terbiasa dengan setir mobil atau…. karena hal yang lain yha…? aku tidak mengerti….

Kupandangi langit sesaat sebelum menutup pintu dan menulis ini..Diantara gelapnya mendung tebal terlihat kerlip kecil satu bintang…
Ahhh…. bintang yang tetap bersinar meski yang lain tertutup awan bukankah lebih berarti daripada yang bersinar terang tetapi tak abadi….?

(di post ulang dari blog yang terdahulu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s