Dasar Perfeksionis……..!

Na, jangan jadi perfeksionis… Kita ini manusia biasa,. Kesempurnaan itu hanya milik Allah swt semata. Apa sih kita dan siapa kita. Manusia itu penuh kekurangan dan ketidak sempurnaan”.

Kalimat penyejuk itu terucap dari sosok yang begitu teduh. Aku terdiam. Sumpah apa yang beliau katakan adalah hal yang benar, seperti juga setiap kata yang diucapkan beliau baik melalui telefon, sms maupun jika aku bertemu muka langsung seperti saat itu.

Ehmmm, tapi saat itu, tak seperti biasanya. bukan untuk membantah aku menyahut. ”Abi (begitu aku memanggilnya), saya hanya ingin melakukan sesuatu yang memang harus saya lakukan. Saya tahu tak seharusnya saya sampai melakukan hal-hal sekecil itu, tapi jika sampai menunggu selesai teman-teman mengerjakannya, bisa-bisa schedule saya jadi berantakan dan saya juga malah jadi stress”.

”Oh, begitu yha..? kalau memang begitu alasannya, bukan karena selalu tidak puas, ya bekerja keraslah.. Kerjakan semua yang ada didepanmu dengan sungguh-sungguh.” Sahutnya bijak..

Saat aku mengecek kembali lokasi lobi plaza telkom yang akan dijadikan lokasi pameran alat dan bahan kedokteran gigi jauh sebelum acara dilakukan. Komentar perfeksionis muncul lagi. General menager menggeleng-gelengkan kepala saat aku mencoba mengukur kembali lokasi pameran karena aku melihat ada indikasi yang tidak macth antara denah yang diberikan padaku dengan kenyataan yang ada dilapangan dan ternyata memang ada beda. ”Ehmm, true perfectionist”, katanya. Meski hanya sekitar 40 cm tapi hal itu membuat aku harus merubah rencana pembagian lokasi dan jumlah booth yang akan aku tawarkan pada rekanan.

Aku bukan perfeksionis, aku hanya ingin melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan. Kalau aku juga sampai membuat logo pada seminar kali itu dimana aku jadi ketua panitianya dan tidak hanya mengadaptasi dari logo yang terdahulu, ya apa salahnya…

Menurut aku sebenarnya ada perbedaan yang sangat pada perfeksionis dan pekerja keras, walaupun bila dilihat dari luar mereka sama saja. Selalu ingin mengerjakan sesuatu sebaik-baiknya. Perfeksionis itu negatif, merugikan baik diri sendiri maupun lingkungan, memaksakan diri dan tidak bisa adaptasi.. Aku bukan orang seperti itu.. Ssetidaknya sekarang.. Kalau dulu? ehmmm mungkin sedikit… (hehehe).

Kenapa aku curhat begini..? Ini ada hubungannya dengan tugas yang sekarang aku kerjakan yang sudah mendekati dead line tapi belum juga kelar.. Aku dapat tugas pada pelatihan AA, Aplied Approach… AA. adalah pelatihan gimana manjadi dosen yeng benar. Whalah… telat banget yha.. sudah 16 tahun jadi dosen baru dapat giliran sekarang… Selain telat pada tahun ini di fakultas tempat aku juga dimulai kurikulum baru KBK dengan SCL (student centre learning) dengan teknik PBL (problem base learning) jadi tidak lagi fokus pada kuliah-kuliah model ceramah lagi.padahal inti dari pelatihan ini adalah bagaimana memberi kuliah dengan benar..Cilaka kan?

Tugas mandiri II membuat buku ajar sudah kelar, tugas mandiri I juga sudah sebagian. Tiba saatnya membuat rancangan pembelajaran dan kontrak perkuliaahan, pikiran jadi macet, sulit mengadaptasinya, bagaimana?…

Ehmm salah sendiri kenapa tidak membuat mata kuliah yang dulu saja.. diperbaiki sana-sini? Kan lebih cepat..!
Trus.. habis itu dibuang, gak dipakai?

Yang penting kan tugas selesai.. dan kita tidak dicap malas..
Lho, aku kan gak malas, hanya bingung

Yha kan dari kemaren sudah tahu, akan sulit mengadaptasi teknik lama dengan kurikulum baru itu kenapa maksa?
Iya.. bener, tapi mestinya bisa kan? Toh hanya itu beda tehnik saja

Tapi sulit kan buat RPnya?
Iya..

Ya sudah kerjakan saja sesuai dengan pemikiranmu gimana karena memang belum ada yang pernah ngerjakan itu
Yha itu yang bingung.. gimana?

Dasar perfeksionis…!
????????

Bingung..jenuh. akhirnya nulis di blog saja..hehehe.. dasar, lagi addict sama blog..!

15 thoughts on “Dasar Perfeksionis……..!

  1. Membaca tulisan emba, aku jadi membayangkan diri sendiri.
    aku termasuk salah seorang yang selalu ingin melakukan sebaik-baiknya sampai-sampai terancam “telat waktu” thdp skedul.
    awal2nya sih ga merasa kalau aku itu perfeksionis, tp setelah teman baikku bilang agar aku tinggalkan saja pekerjaan kalau sudah waktunya (maksudnya yakinilah bahwa yang sudah dilakukan itu yang terbaik). dan kita tak akan pernah bisa keluar dari akibat jelek perfeksionis yaitu keleletan. dan akhirnya, skrg aku bisa minimum ga lelet (walaupun masih punya kadar perfeksionis). hehehe (ga mudah toh tuk lgsg berubah?!)

    Kalau aku meski banyak yang komentar gitu, EGP aja. Tetap yakin aku gak perfectionist.

    Dasar keras kepala…!
    ??????!!???
    Hehehehe

  2. ”Abi (begitu aku memanggilnya)”
    Wah ada namaku disebut…makasih ya.. he..he. *sambil senyum pepsoden*

    Yha deh Abi,
    Kan kusebut namamu dalam tidurku… (?!?).. blogku…
    Senyum Oral B deh..!

  3. *Kembali keasal*
    Jadi inget masa lalu nih, saat dapet bos yang Perfeksionis, bikin bt dan darah tinggi, masa sampai kertas lecek saat laporan dibahas, padahalkan itu luar kekuasaan dan konteks kerjaan…
    Walah kok malah curhat sih.. (he.he..he.) gpp lah yang penting hetrix (bener enggak ya..)
    *Celingak-celingik takut ketaun mas nug, mas toto, dan mas dud*
    (Sorry bro abis fans berat sih)

    Eh itu si Bos bukan lagi perfeksionis tapi kurang kerjaan..

    ehm.. celingak-celinguk takut ketahuan mas Nug? Binun.. aku, kenapa ya?

  4. Hai mbak perfeksionis…eh….eh…salah.ya….
    Perfeksionis sering ditujukan untuk orang-orang yang biasanya mempunyai kemampuan, pemikiran, lebih dibandingkan nilai orang kebanyakan. Segala sesuatu yang dikerjakannya pasti dengan konsep ideal. Namun orang perfeksionis juga gampang stress jika harapan yang diinginkannya tidak tercapai….

    Halo Adik perfeksionis…! eh salah juga yha..!
    Iya perfeksionis punya pemikran lebih.. tepatnya berlebihan hahaha..

  5. do the best..tapi ga maksa in ge to kali mbak….hi..hi..hi..sok teu ya??!!…try and pray..an then tawakal jadinya ga streesss!!! inget jarene jaga emosi??!!! met hari ibu ya!!!jangan lama2 ngirim berkas seminarnya…tks…

    Iya.. perfeksionis hanya bikin stress diri sendiri dan lingkungan juga.. , dan stress menurunkan sistem imun (ceileeee yang lagi balajar psikoneuroimnology.. ) Eh Iya.. sorry lupa terus (maklum pikun.. sudah tua, tapi gak kena Alzheimer kok..)

  6. Duh.. jadi senyum2 sendiri..🙂
    Teringat saat berulang tahun beberapa tahun yang lalu, para lawyer dan staff ku memberiku sebuah Mug (yang masih kugunakan setiap hari di kantor) yang bergambar snoopy dan bertuliskan “Mr. Perfect” 🙂

    Emang tulisannya pas “Mr. Perfect” .. Tapi kalau aku gambarnya bukan snoopy Mas, tapi BATMAN. Lebih pas kan Mas?🙂

  7. ada yg salah dgn perfeksionis ya? bkn brusaha mnjadi smpurna itu bagus? jadi, kita kotakkan antara perfeksionis dgn takabur ya? perfect. smpurna. identik dgn self development. u/ berusaha mjd lebh baik dri diri kita sblumnya. mjd prfeksionis brarti menata langkah dn mnyadari keterbatasan kita. ato takabur?

    *ditempeleng tuan rumah krn trlalu cerewet*

    salam kenal, Rina..
    terimakasih udh mampir ke gubuk reyotku yg kumuh ya. kpn2 mampir lg yaa…

    whalaah kok fotonya cowok ternyata saudariku Rina yha? Iya menjadi lebih baik dalam segala hal itu bagus.. wajib malah.. tapi istilah prefectionist itu (kalau gak salah) sudah mengarah ke negatif…keterlaluan begitu..
    terimakasih juga atas kunjungan balasannya ke rumahku ini yang tak seindah rumah-rumah lain, namun ada segelas banana smoothie bagi semuanya hehehe

  8. mbak..perfeksionis ? apa cerewet ? hihihihi.. ah biasa perempuan … hehehehe…

    Perfeksionis….?? ehmmm.. (*mulai bingung*)…. cerewet??? kayaknya sama dengan dirimu yha? Ah. cerewet kan tandanya care..! Care sama lingkungan.. (*pede banget yha?..*)

  9. Memang manusia tak akan pernah menjadi sempurna tapi tak ada salahnya berusaha menjadi sempurna. Itu sebuah ikrar dan sikap kita untuk tidak mau rugi kan? Bukankah manusia rugi itu adalah manusia yang hari lebih jelek dari hari kemarin, maka lakukan yang terbaik dan mendapatkan yang terbaik itu wajar saja.

    salam kenal

    Salam kenal balik Hanif..
    Iya kenapa sih melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya diidentikan dengan perfeksionis..?
    Padahal ada yang jelas beda antara berusaha bekerja sebaik-baiknya dengan perfeksionis itu kan yang berlebih-lebihan dan mengganggu orang lain..
    Thanks sudah berkunjung..

  10. perfectionist itu bagus kok mbak untuk beberapa hal yang memang harus😀
    hehehehe…karena dari semua orang yg kenal saya, mereka terkadang juga protes kalau diriku kadang terlalu perfectionis untuk sesuatu hal😉

    Iya.. Hidup perfectionist..! EGP saja ya? Yang gak suka ya biarin

  11. assalamu’alaikum…..

    semogha Allah jadikan hidu kita lebih terarah, dg plajari ajaran agama dan tak pernah merasa cukup dg ilmu yang kita miliki….

    afwan mo link blog boleh khan???

    jazaakillah khoir…

    Walaikumsalam Uvi..
    Amien Uvi.. ya memang Uvi semuanya sudah ada dalam mushab tercinta..hanya kadang terlupa..

    Boleh silahkan-silahkan Uvi.. Jazzakillah..

  12. Menjalani hidup dengan indah
    Menjadi diri kita yang senantiasa berubah
    Kearah yang lebih baik tentunya

    Semangat!

    Yes.. Menjadi lebih baik.. itu yang terbaik..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s