Merdeka…Merdeka…Merdeka…!

Hari ini aku sedang be-te.. Moodku burukโ€ฆ Kata The Secret itu tandanya aku lagi mikir yang buruk-buruk.. Tapi aku mikir apa ya? Apa mikir negara ini ?
(Whaalaaah gayamu Na..Na..!)
Apa mikirin mangga yang berbuah batu itu ?
(Nggak lah..!)
Apa sudah terlalu banyak yang dipikir sehingga jadi benang ruwet gitu..?
(whiii… sok serius..!)

Okey…agar salah satu pikiran burukku bisa hilang dan plong.. Sekarang kita jalan-jalan ke kampus yuk? Sekali-kali lah nengok dimana Na cari uang untuk makan…
(Yaaa.. ketahuan deh.. !)
Iya ngaku kok, itu alasan utama, ngajar kerja ya untuk cari dhuwit buat makan, tapi aku nyadar 100% yang kasih kerjaanku ini Allah swt, jadi pertanggungan jawabnya no 1 ya ke hadapan Allah swt.

Setelah mahasiswa diwisuda menjadi sarjana kedokteran gigi (SKG), mereka memasuki tahap profesi.. Pada tahap ini mereka masuk dan bekerja di klinik. Kerjaannya ya mriksa pasien ngobati dsb seperti yang dilakukan oleh dokter yang dikenal dengan istilah KO AS (aku juga nggak ngerti apa artinya). Apapun yang mereka kerjakan itu dibawah tanggung jawab instrukturnya, ya kami-kami ini. Jadi bila terdapat kesalahan ya tanggung jawab dari kami. Jadi kami ini tugasnya dobel, selain mriksa pasien juga bimbing mereka, melatih mereka.
Wiihh sebenernya kalau disuruh milih ya mending aku kerjakan sendiri.

(Trus.. apa dong yang ngganjel dipikiran Na?)


Pada akhir tahap profesi, mereka harus melampaui yang dinamakan ujian profesi pada tiap bagian klinik..ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa sebagai calon drg dalam pengelolaan penderita dimasing-masing cabang ilmu kedokteran gigi.
Ada beberapa hal yang aku ingin aku ungkap tapi yang terutama adalah daya penalaran mahasiswa.. Ketika mereka diharuskan untuk mengungkapkan pendapat mereka. Biasanya macet, diem. Saat diharuskan menjelaskan sesuatu menurut pandangan mereka, wawasan mereka, sering mereka tergagap..
Inilah produk sistem pendidikan sekarang, pendidikan yang mengutamakan kuantitas, nilai dalam bentuk tulisan, transkrip dan tidak peduli bahwa untuk bisa survive diluar sana yang dibutuhkan bukan hanya transkrip yang bagus..


Tengoklah anak-anak sekarang. Sejak usia yang sangat dini diawal sekolah SD.. sistem evaluasi sudah memakai multiple choice. Pilih salah satu yang benar.. dan tidak ada kesempatan untuk menolak, punya argumen sendiri. Kalau tidak milih salah satu ya salah, dapat nilai jelek trus gak lulus.. Aku pernah terbengong-bengong mendapati soal untuk anak SD klas 3 sbb :

Untuk mengendarai sepeda motor kita harus :
a. membawa dompet
b. memakai jaket
c. menggenakan helm
d. membawa SIM dan STNK

Di SMP juga, SMA sampai kuliah juga soal-soal model seperti itu sering aku dapatkan..
Lantas kapan mereka dilatih untuk mengungkapkan apa yang menjadi pikiran mereka.? Alasannya pasti klasik.. untuk ngoreksi soal-soal essay itu lebih sulit, waktunya gak nutut, siswanya banyak..! Secara tidak sadar kita menanamkan bahwa hidup itu ya sekedar memilih mana yang benar dan mana yang salah, padahal kehidupan itu tidak seperti itu kan? Kadang kita harus, mau tidak mau menjalani sesuatu yang kita tidak sukai, tidak ada pilihan lain selain menjalani. Ketidakmampuan menerima keadaan inilah yang menjadikan angka penderita depresi dan masalah-masalah kejiwaan lainya semakin tinggi bahkan meningktkan juga angka bunuh diri.

Titik berat tujuan pendidikan yang aku lihat selama ini juga lebih banyak menjejalkan informasi sebanyak-banyaknya kedalam otak mereka dan bukan melatih cara berpikir. .. Padahal Ilmu Pengetahuan kan bukan sekedar informasi-informasi yang kebetulan sering diberikan secara tumpang tindih, terpotong-potong dan tidak sinkron..? Syukurlah sekarang dengan PBL (problem base learning) hal ini mengkin sedikit dikurangi (asal bener aja buat kurikulumnya…)

Trus KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang sekarang diagung-agungkan, yang katanya mencetak sarjana yang siap terjun ke masyarakat.. (aku mohon maaf sebelumnya, bila ada yang tersinggung) Aku setuju sekali dengan pendapat salah satu tokoh yang saat itu diundang didebat terbuka di kantor pusat BAHWA KBK MEMBERANGUS KEMERDEKAAN BERPIKIR..! Bagaimana tidak kompetensi-kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa ditentukan oleh stake holder, para pemakai, masyarakat.. LHA MANA PERAN KAMPUS YANG KATANYA SEBAGAI AGENT OF CHANGE..?

Apakah penemuan-penemuan penting yang sekarang kita pakai bersama, listrik, bola lampu, telephone itu ada karena tuntutan masyarakat.?
Apakah vaksin, mikroskop sinar rontgen itu juga ada karena masyarakat butuh..?

Sekarang apa dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sendiri..?
Lihatlah, beberapa tahun lalu saat mengkudu begitu populer di negeri ini.. semua meneliti mengkudu. Yang dibuat inilah, itulah. Efektif untuk terapi ini itu..
Kala mengkudu pamornya habis yha habislah sudah riwayatnya, nggak ada kelanjutan dari penelitian-penelitian itu..

Sementara ilmu-ilmu dasar yang tidak populer semakin tidak berkembang sama sekali dinegeri ini. Sesuatu yang tidak aplikatif dianggap tidak menarik, tidak punya nilai. Jadilah kita seterusnya hanya sebagai user. User yang tertatih-tatih juga..
Dan kalau mengajukan proposal tentang sesuatu yang tidak populer, secanggih apapun bila masyarakat umum tidak tahu, jangan berharap banyak deh dapat dana…

(Ehmm.. ehmm…. Na sudah ngomelnya..? Katanya ngajak jalan-jalan, kok ngomel saja dari tadi?)

Eh Iya.. Sorry-sorry ya temen-temen..! Sambil senyum-senyum๐Ÿ˜€


(Ihh… Na sudah bisa senyum sekarang..! jadi mesti ngomel kayak gitu dulu ya baru bisa senyum lagi?)

Ini kampus
kampus

Ini rumah sakit
rsgm

Ini dalamnya RSGM itu
klinik

Foto-foto diambil sendiri sambil jalan saat pulang kerja dengan kamera seadanya yang nempel di Hpku.

28 thoughts on “Merdeka…Merdeka…Merdeka…!

  1. weleh weleh ceritanya kesel sama co as yang tergagap-gagap? ๐Ÿ™‚
    btw, itu didalam RSGM sepertinya nyaman sekali …
    buat creambath … mau dunk๐Ÿ™‚

    *nanti saya buat blog khusus buat belajar bersama, oke bu?

    * ihhh tersipu-sipu karena ketahuan lagi kesel…
    Bagus juga idenya.. Ntar kalo sabtu aku buka aja untuk crembath ya mas.. khusus buat mas Cahyo…!
    * cepet-cepet ngumpet takut ketahuan Pak Direktur
    Blog buat blajar apa ya Mas? Blajar creambath ??
    * dasar telmi …hihihi..:D

  2. hi…hi… yang di ruang RSGM mah cocoknya buat potong rambut…๐Ÿ˜€ piiisss bu dosen opo bu dokter ???

    Yhaa.. kok kompakan sama Mas Cahyo siiih..
    ehm besuk ngadep Direktur ahhhh.. nggak kok.. nggak dua-duanya. Kerjanya jaga klinik itu, jadi pejabat teras, SATPAM.. hihihi

  3. mbak, erna. ada solusi nih buat magganya, mungkin tuh pohon magga minta di vaksin atau kalau perlu di infus sekalian.. biar gak loyo..๐Ÿ™‚

    Di infus apa ya? ehmm kayaknya si mangga hanya perlu diinfus dengan kasih sayang nihhh…! ehmmm… ehmmm

  4. tulisan barunya tentang dokter๐Ÿ™‚, tuh…. ketahuan deh belum mampir ke rumahku…. awasnya,..tak jewwer nanti..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    Maaf-maaf Kang.. tadi lihat di snap gak kelihatan… Sungkan juga bolak-balik kelayapan kerumah Akang.. ihh sampai ketiduran pula…!

  5. Bisa gratis nih kalo mau periksa….untung gigiku masih sehat. CUma sekali aku ke dokter gigi. Langsung aku suruh bor gigiku karena saking sakitnya. Semoga g terulang sehingga aku harus ke mba erna, mriksain gigiku.

    Nah ini baru bener.. Masak diajak jalan-jalan ke RSGM malah pada pengen creambath.. Gimana tho? Mas Cahyo itu malah ngajak blajar creambath bareng? :-s

  6. mbaknya mantan organisatoris nih kayaknya,,,hm….salam kenal

    Hehehe.. mantan provokator iyaaa!
    celingak-celinguk …ihh jangan-jangan ada dengerin…

  7. geraham bungsu saya mencaplok ke arah pipi, mbak. tuluuuunnggg!!๐Ÿ™‚

    Whaaa aku ya takut.. itu gigi apa monster kok bisa mencaplok.. Ntar kalo aku juga dicaplok gimana?

  8. dari pada mikirin yang lain…
    mending mbak e mikirim untuk bayar somay ku yang kemarin nih…
    kan lumayan untuk pindah ke palembang nanti, atau mesti ke banjarmasin aja ya…
    he..he..

    Duuhhh Abi.. kan jadi malu.. masak sesama pedagang juga harus bayar siih ? Katanya kemaren minta dibayar pakai mangga..?
    Pindah kemana…pindah ke Bulan aja Bi..disana gak ada tukang siomay..!

  9. Aq pernah jatuh dari motor hngga gigiku patah. Untung aja deket ma bengkel, ya gigi yg patah aq las langsung. hahahaaa.. mampir mbak, selamat malam.

    Met malam Mas… Ehmmm.. jadi sekarang tempat praktek drg namanya bengkel ya?๐Ÿ™‚ Matur nuwun sudah mampir..

  10. bener mbak..bener banget!!!!

    Wah kalo comment ini banyak nggak fairnya.. Soalnya, kata setujunya kayaknya karena takut diomeli juga hehehe..

  11. waaaah erna gi keseeel. kaget juga baca omelanmu di atas hehehe. tapi bener juga, aku juga sering ngomel kalau menyangkut kurikulum pendidikan anak2. aku membolehkan anakku untuk berani bertanya ke gurunya. suatu kali pada waktu aku ambil rapornya, bu gurunya cerita, putra ibu berani kalau di kelas, gurunya salah nulis atau gurunya datang terlambat putra ibu berani menegur. aku jawab, ooooo gitu ya bu. *bangga loh aku na* hehehehe

    Ami.. kaget ya? Kalo lihat sepintas fotonya kayaknya pendiem ya? (emang foto siapa yang bisa ngomong?) Ya itulah Ami.. aku lama mikir itu cuma bisanya ya ngomel doang, ya gimana lagi wong cuma kuli.. Yaaa …siapa tahu nanti aku diangkat jadi menteri ..hehehe.(menteri urusan dapur …!).

  12. sebenarnya saya setuju bahwa basic competency itu perlu diajarkan, tapi setelah semua basic itu cukup, nggak perlu lagi mengulang ngulang basic pelajaran itu, anak perlu diarahkan pada kompetensi dan potensi yang dimiliki. tidak perlu saya pikir anak dengan kecenderungan sastra dipaksakan mengikuti pelajaran matematika. sampai SMP saya rasa basic competency sudah cukup..

    Iya Mas.. setuju..setuju.. beban anak-anak SD SMP sekarang begitu beratnya.. padahal untuk apa coba? tapi pendidikan ki kok memang tambah gak karuan ya Mas.. Masak TK nol kecil sdh di ajari nulis, baca penjumlahan penguangan.. gimana ya Mas..?

  13. jangan terlalu di hayati kenikmatan kekesalannya ya,sahabat, kan ada blue? hehe…malah tambah kesal pastinya.
    selamat menikmati akhir pekan sahabat
    salam hangat selalu

    Iya habis Blue ini diajak ngomong kok ngadep belakang terus..! kenapa sssiiie…! apa malu sama aku ya?

  14. besok kalo pengen marah marah, sms saya ya sist … ๐Ÿ™‚

    Iya.. trus kita bareng-bareng marah-marahnya..ya? Nanti kalo aku capek gantian sama Ade.. Thanks Sist sudah mampir..

  15. wew. Kok beda ma judul ya.:mrgreen:

    Begini ya Rian.. Semua uneg-uneg diatas itu sudah lama sekali ngganjel dipikiran, nyesakan dada. Dengan menulis ini semuanya aku bisa lega dan feel merdeka..merdeka..merdeka… Ehmm Nyambung nggak ya?

  16. Udah.. senyum gitu lebih manis.. Jadi Pasien gak stress, Mahasiswanya juga gak stress.. Pohon Mangga didepan rumah juga gak stress (dipelototin melulu).. Jiakakakak…

    Pa kabar Sahabatku.. ?๐Ÿ™‚

    Iya Mas Nug..meski ngomel senyum gak boleh lupa….
    Tapi kalau semua ini nggak diperbaiki ntar juga seluruh mahasiswa jadi stress..
    Pohon mangganya meski dipelototin juga bandel tuh..
    Aku baik-baik saja..Thanks Mas Nug meski lagi sibuk masih sempet mampir

  17. aku melihat seseorang berkerudung coklat tua, berkaca mata dan tengah tersenyum manis… fenomena apa yah… tadi gravatarnya mbak erna berubah seperti gambaran di atas,.. tapi sekarang gravatarnya kembali ke awal lagi (bunga sepatu)…

    Lho jadi mbalik lagi ke kembang sepatu ya? Apa waktu kesana tadi sama kang Uzi disangka sales obat nyamuk, trus diusir ?…

  18. Assalamualaikum kak..,,.Lam kenal.,,,Fans baru nich,,ijin blognya saya link diblogku ya,,

    Aduh…aduh.. jadi malu.. Erna si kembang sepatu kok punya fans..whalah..whalah.. Aku bukan Zarra Zettira lho., meski yang punya nama sendiri mrinding lihat fotoku karena katanya mirip banget..
    Lam kenal juga.. Okey..kita tukeran Link ya? Makasih sudah berkunjung….

  19. Kirain Lagi Demo bu….hehehehe

    Iya emang lagi demo.. tapi bukan demo masak.. atau demo produk kecantikan.. Tapi bener-bener demo lewat tulisan.. semoga ada yang mau mendengar..

  20. sungguh seorang bidadari yang ikhlas senyum.. (walah?!)
    Salam kenal…๐Ÿ˜‰

    Salam kenal juga..Ehm..ehmm senyum memang harus ikhlas kawan.. Kalau senyum nggak ikhlas jadi nggak manis.. jadi kecut.. kayak manggaku itu kecuuuuttttt…
    Makasih sudah mampir…

  21. kadang merasa merdeka raganya tapi jiwanya terpennnjara….

    Bukan kadang kawan.. tapi itulah yang sering kita jumpai di negeri ini.. Ide-ide cemerlang yang terkurung birokrasi, potensi yang terpenjara oleh aturan-aturan tidak resmi dan bibir-bibir yang harus bungkam karena sesuap nasi…

  22. ini masih postingan lama yah..? kalau gak lagi males pasti lagi liburan nih…. (ditunggu oleh-olehnya…yey.. :))

    Masih bingung posting yang mana nih Kang.. Mau bicara apa ya? Segmenku jadi gak karuan nih Dulu niatnya blog untuk KG trus sekarang kok jadi campur-campur gini ya?

  23. Sabar2 mba de saaayyyyaanngg….

    sumpah ngeri euy…ngeliat mba ku ini marah2, dah ya sist jangan marah2 lagi. sini2 de usap2 punggungnya ^.^

    Iya Dee.. Mbake ini kok jadi kayak demonstrasi gitu ya? itu kalo ditulisan, palagi kalo mbake mimpin demo.. wah orang-oang pada lari semua.. kabur..!

  24. hehehehe….mbak erna….
    apa kabar? udah selesai kan ngomel2nya๐Ÿ˜€

    mangganya mo yg beneran dong๐Ÿ™‚

    Sudah kok, ngomelnya sebentar aja.. dan kembali harus tersenyum… Ni banyak yang kaget aku ngomel.. Ya.. meski suka cengengesan bagaimanapun kita tetep harus berpikir kritis terhadap sesuatu yang dirasa kurang tepat kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s