Just for My Son..

Masih tergambar jelas saat pertama kutatap wajahmu…

Masih terngiang tangis pertamamu…

Tangis yang begitu keras..

Walau belum genap 9 bulan engkau dalam rahimku…

Kaupun berkembang begitu cepat…

Ah.. aku masih tersenyum bila mengingat bagimana kau memanggilku…

Entah bagimana mulainya.. kata “Mommy…” yang sering membuat orang tersenyum itulah, yang kau ucapkan bila kau membutuhkan aku…

Perjalanan kelabu telah kau lampau anakku.. sebiru juga perjalanan ibumu ini..

Maafkan aku.. karena tidak bias berbuat apa-apa ketika prahara itu mendera kita, menderamu saat kau masih terlalu dini untuk mengerti… Fitnah dan ambisi serta nafsu serakah manusia.. telah membuat luka batin yang begitu dalam dihatimu…

Berkali kucoba merengkuhmu, menyembuhkan semua lara itu..

Dengan kelembutan dengan kasih sayang..

Dengan segala daya, dengan segala cara untuk menghapus lara hatimu…</p

Dan juga karena kasih sayang aku kadang begitu keras padamu.

Aku tahu saat itu kau terluka.. namun tanpa setahumu, ibumu ini menangis diam-diam karena harus melakukan itu…

Kini kau sudah beranjak dewasa…

Ibupun kini semakin tua, semakin tiada berdaya..

Kau ciptakan tembok tebal itu…

Kau tak ijinkan lagi ibumu menyentuhmu…

Mengapa kau bisu…?

Mengapa keputus-asaan justru melingkupimu saat-saat sebenarnya kita harus bersatu padu menghadapi keadaan ini.

Aku tahu kau kecewa … tapi inilah hidup anakku…

Kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan..Bahkan kita kadang tidak punya pilihan selain menjalaninya dengan ikhlas dan tawakal..

Salahkanlah ibumu karena ibu telah memutuskan sesuatu yang salah, walaupun apa yang terjadi sekarang tidak akan dapat diprediksi 7 tahun lalu…

Anakku.. kini sudah 2 tahun ibu telah lakukan apa yang bisa ibu lakukan untuk perbaiki kesalahan itu. Demi kebaikan, demi tuntunan agama kita, demi kau, demi adik-adikmu… ibu lakukan itu..

Kembalilah anakku.. marilah kita sambut masa depan bersama..

Meski hidup kita jauh dari berlebihan, namun kamu masih punya harapan…

Ibu akan berusaha dan pasti ibu bisa…

Kembalilah anakku.. masih ada masa depan yang cerah untukmu…Ibu sangat rindu padamu….

Maafkan aku hari ini sahabat-sahabatku, karena hari ini bukan keceriaan yang aku tebar, namun cerita yang biru ini.. Aku tidak bisa untuk tidak menulis beban rindu ini… Barangkali saja anakku membacanya, pulanglah Nak.. Ibu rindu padamu…

Update tgl 8 April 2009..

Hari ini aku membaca tulisan seorang sahabat-Manda-yang berjudul “Special Kid for Special parent”.. Subbanallah, begitu banyak yang seharusnya aku syukuri, Allah telah memilih aku untuk dititipi seorang anak dengan gangguan psikologis seperti dia.. Memang melelahkan tetapi saat-saat dia baik adalah suatu kebahagiaan yang tak terhingga yang aku rasakan..dan apa yang aku sangga jauh lebih ringan dibanding ibu-ibu yang anaknya menderita down syndrome, cerebral palsy dsb.. Waktu kecil dia didiagnosa gangguan konsentrasi, depresi akibat perlakuan orang-orang itu padanya..Dan ternyata trauma masa kecil itu membuat jiwanya rapuh dan mudah depressi..

Mungkin gejolak masa puber tak dapat dia sangga seperti anak-anak lainnya.. Semoga dengan berlalunya waktu dan semua lonjakan hormonnya telah hilang, dia menjadi anakku yang baik.. Semoga masa itu tidak terlalu lama lagi.

34 thoughts on “Just for My Son..

  1. Yeeee….yeee…yeee….dede PERTAMAX *joged gaya ubur*

    Duch Cenengnya Dede ^.^

    Duuhh… Senengnya juga mbak Na.. pagi-pagi adik cantiknya mbak Na sudah berkunjung… Peluk erat Dee-nya mbak Na….

  2. *Terdiam*
    Sungguh tak mampu de menahan tetesan butiran bening yang menyembul keluar tanpa de sadari….
    Mba, sunggu de tak mampu berkata lebih banyak lagi… Tapi yang pasti de berikan segenap pelukqu untuk mu dan kuberikan pula bahuqu untuk sekedar sandaran jiwa mu yang sedang kelabu…

    Semoga Mbaqu yang satu ini tetap tabah menjalani semuanya, dan de percaya mba Na’nya dede pasti diberikan kekuatan seluas samundra untuk tetap menjalankan semua ini dengan ikhlas. Amien

    Love U dear, Yes I DO *hug Mba Na’ dede*

    Ya inilah beban terberat mbak Na Dee..Amien.. semoga ya Dee.. semoga segera ada jalan untuk kami semua…

  3. Assalamualaikum Mbak Na,
    Salam kenal dulu yang langsung, karena skrg sdh punya blog sendiri, nggak numpang blog suamiku.🙂
    Hmhm..sampai nggak bisa berkata-kata membaca tulisannya, satu hal yang saya percaya… ikatan cinta ibu dan anak itu sangat dalam dan sakral. Bila keadaan belum mengizinkan untuk bertemu, cukuplah doa seorang Ibu yang penuh kekuatan dan tulus (yang aku percaya pasti sdh tanpa henti dipanjatkan) yang menyertai perjalanan sang anak. Kebahagiaan akan indah bila datang tepat pada waktunya.

    Cindy

    Salam kenal langsung juga mbak Cindy..makasih sudah mau kunjung.. Iya mbak. semoga dia mau kembali menjadi anakku.. bukan hanya pulang fisiknya tapi juga hatinya ya Mbak… Terimakasih juga..

  4. Sabar… Suatu saat Ervan pasti akan diperlihatkan kebenaran oleh Allah SWT…

    Thanks Bang Indra…

  5. aq merasa ibuku sedang mengatakan hal demikian… entahlah, sebenarnya aq juga dah berusaha untuk pulang walau sekedar menjenguk mereka. Semoga Allah memberi kesempatan itu, Amin.

    Iya Kang.. moga-moga kesempatan itu ada buat Akang juga buat aku, aku masih ingin masakkan makaroni schootell kesenangannya…

  6. sahabatmu ini tak begitu memahami, apa yang tersirat dalam tulisan mbak e,… tapi kalau mbak e bersedih aku juga…. hiks…hiks….

    Iya.. ini Na lagi mellow Kang…hiks..hiks..hiks..

  7. Allah akan memberikan yang terbaik bagi umatnya, jadi hapus sedih mbak e da tetap semangat yah…..

    Ya deh Kang, Alhamdulillah masih diberi ujian ya..? Jadi tetep semangat…

  8. mbak e, ini ada jagung manis habis panen kiriman dari kampung, tak simpen di teras depan yah…..

    Duh makasih Kang.. Na suka banget jagung manis.. ntar dimaem bareng-bareng di bwag pohon mangga pasti sip..

  9. meskipun aku tidak tau latar belakang tulisna ini, tapi aku bisa membayangkan kalau harus terpisah dengan putra yang dicintai. Semoga dia mau kembali, jiwa dan raga.
    EM

    Amiiien.. Makasih mbak…

  10. Mbake…. aku tidak bisa berkata-kata lagi…
    waktu aku dengar cerita dari mbake aku masih bisa tertawa untuk menghibur mbake, tapi setelah aku membaca tulisan mbake ini, aku hanya bisa diam, menahan gemuruh hati ini yang entah tak bisa kugambarkan..
    Saat memberikan komentar ini aku ada tetesan air mata haru yang entah datang secara tiba-tiba… mbake sekarang aku mengerti apa yang mbake ceritakan itu, dan akupun sedikit merasakan apa yang mbake rasakan…
    Aku cuman bisa berkata… tawakal mbake dan serahkan semua itu pada Allah, berusahalah untuk iklas, aku yakin mbake kuat dan Insya Allah suatu saat nanti apa yang mbake harapkan akan terwujud…
    Keep smiling mbake… kata sahabatku… hadapi semuanya dengan senyuman walaupun derai air mata menghadang perjalananmu….
    Yang sabar ya mbake… berdoa dan mencoba untuk iklas, walaupun itu terasa sangat sulit…

    Udah dong Abi.. Mbake laper ni.. Mana siomaynya..?

  11. duuh na, apa ini cerita nyata? yang tegar yang kuat, selalu berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaannya. suatu saat dia akan menyadari bahwa ibunya mencintai setulusnya. salam manis

    Yes Ami.. Aku percaya itu.. Amien.. makasih banyak..

  12. Mbak Erna…aku gak bisa comment apa2…speechless…
    semoga dirimu kuat untuk menjalani ya mbak…
    sabar dan tawakkal ya mbak😦

    Makasih Ria.. Doa para sahabat semakin menguatkan aku…

  13. HHhhhh …
    saya jujur tidak tau ujung pangkalnya …

    namun membaca postingan yang ini …
    sedih sekali rasanya …
    ada getir yang kental disini
    ada rindu yang pekat disini

    Salam saya

    Begitulah sahabat hatiku saat menulis postingan itu… Salam kembali..

  14. Uh..
    Terdiam cukup lama..
    Membaca kata2 yang terurai disini, tak terasa ikut terlarut dalam kesedihan..😦

    Na saat Nulis itu memang lagi sedih dan kangen sekali Mas…. Hingga Na tidak sanggup untuk tidak menuangkan kerinduan Na disini..:(

  15. Tapi kesedihan dan kebahagiaan sesungguhnya seperti satu paket Na.
    Dan sesungguhnya tak ada yang dapat memisahkan ikatan hati orang tua (apalagi ibu) dengan anaknya. Teruslah berdoa dan mendoakan kebahagiaannya. Disuatu titik ia akan dapat rasakan getar frekwensi jiwa dan cinta ibunya dengan tulus.
    Dan pada akhirnya dalam format cinta yang tulus, justru kebahagiaan orang yang dicintailah yang akan menjadi sebuah kebahagiaan kita.
    Keep on smiling Na.. I know you can..🙂

    Iya.. Mas, Aku percaya itu. aku juga percaya dibalik semua sikap anakku itu dia pasti tahu aku sangat menyayanginya..Alhamdulillah.. hari ini dapat kabar bahwa ada perkembangan positif.. Semoga akan terus membaik..

  16. Menjadi seorang ibu memang tidak mudah, apalagi memahami kemauan anak-anaknya. Mereka telah melesat seperti anak panah, dengan kemauan yang berbeda, karakter yang berbeda. Orangtua kadang salah memperlakukan anaknya, tapi orangtua tak perlu malu untuk minta maaf…semoga si anak segera kembali.

    Ya begitulah dan karena itulah Allah swt memilih kita, perempuan, untuk melahirkan, merawat dan membesarkan mereka.. Amin Makasih mbak…

  17. Akupun masih ingat betapa lucunya dia waktu kecil itu,
    akupun masih ingat betapa sayangnya dia padamu,
    setelah dia beranjak besar, aku hanya bisa ‘membaca’ kegalauan hatinya tapi tak bisa lagi tahu pasti seperti dulu.

    Aku juga tahu betapa besar kasihmu padanya, betapa rapuhnya dirimu karena terpaan hidup sekaligus betapa besarnya kuasa Tuhan yang memberimu kekuatan.

    Jadi,
    dengan kekuatan yang sama, yang selalu kau mohonkan dari Tuhan, aku yakin itu akan menguatkanmu dan anakmu tercinta.
    Doa seorang ibu yang penuh iman, akan sangat bermakna untuk seorang anak. Dia akan tahu Na, dia akan paham, mungkin belum sekarang, tapi pasti, suatu saat. Keep in faith.🙂

    Ah inilah my lovely Sister yang selalu menemani perjalananku dalam suka dan duka.. Orang yang paling tahu semua yang terjadi bahkan dibandingkan dengan keluargaku sendiri.. Thanks for always be beside me Sist…..!

    Ya bener.. selalu berpegang pada iman, doa.. suatu saat hatinya pasti terbuka kembali seperti sempat terbuka beberapa bulan lalu Tan.. yang membuat mata kita berdua basah karena bahagia…

  18. Dengan keterbatasannya, engkau pasti menumpahkan kasih sayangmu berlebih, mungkin berlipat lipat dibandingkan dengan adik-adiknya. Ya berbuatlah begitu untuk menghapus duka didadamu, memang kalau engkau menerawang ke masa ketika engkau akan berangkat menuju Penciptamu, bagaimana kelak kehidupannya? Wah…kita tidak cukyup bijaksana untuk mengatur semua itu. Tapi ketulusan, keikhlasan yang ada dalam diri seorang ibu, akan dibalas Tuhanmu dengan segala kesempurnaan kasihNya.

    Ya Bang Sonny… Tuhan pasti tahu ketulusan dan keikhlasan seorang ibu… Makasih Mas..

  19. mbak e, nengok mbak e…. semoga gak sedih lagi…. (sudah nyontreng kan..???)

    Kang.. Aq hari ini sudah lebih kuat kok.. yah namanya seorang Ibu Kang.. seikhlas-ikhlasnya kadang juga punya angan-angan terbaik untuk anaknya..🙂

  20. Malem mbake…
    ada sesuatu diblog ku untuk mbake.. kalau ada waktu mampir ya…

    Mkasih Bi.. sudah dilihat… belum bisa masang.. sik ntar aku coba dulu.. kalo nggak bisa lagi ya minta tolong.. hihihihi

  21. ada satu yang tidak pernah saya miliki … yaitu IBU, ketika Ibu harus pergi saat melahirkan saya, mereka bilang Ibu cantik tapi saya hanya mengenalnya lewat photo.

    Dee…😦.. aku sedih mendengarnya…

  22. “jika tali telang menegang kencang, maka itu tandanya akan putus. jika malam telah sangat pekat, maka kegelapan itu akan segera pergi. Jika sebuah masalah sudah sangat menghimpit, maka itu tandanya akan segera muncul jalan keluar. Dan, sesungguhnya satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan”. semoga jalan keluar itu akan segara datang yo mbak… sabar sabar sabar subur….. he he

    Yes.. semoga.. sabar, ikhlas, dan berdoa…

  23. dari segala masalah yang menghimpit, aku juga lagi nunggu-nunggu kapan datangnya…. dan belum dateng-dateng, masih kurang menghimpit kali ya……

    Sabar non.. sabar..sabar subur.. whalaah kok jadi copy paste gini..?

  24. Kangen sama mbak e……(mbak e, punya resep buat asam urat gak…???, ditunggu kabarnya….)

    Kang.. banyak tanaman obat yang katanya berkhasiat untuk asam urat tapi sampai sekarang aku nggak yakin.. belum teruji klinis sih.. kalo yang aku tahu obat apotik nama generiknya Alopurinol.

  25. ‘Pa khabar mbak?
    ‘dah lama kita ga’ saling jumpa.
    Jujur bingung baca artikel ini.
    sampai coba yakinkan, ini benar blog mbak Erna.
    Banyak yang tidak aqu ketahui
    apapun itu … kangen dengan anak …?
    aqu sedang merasakannya
    sejak beberapa bulan belakangan ini.
    kangen itu selalu ada, tapi belakangan terasa lebih dalam.

    Semoga kangen Mbak segera terobati.
    Salam kangen juga buat mbak-e

    Ehmm binun ya Mbak.. ya itulah selama ini aku coba slalu untuk tidak membawa kehidupan sehari2 ku kedunia maya.. tapi gak kuat juga.. akhirnya curhat juga disini.. moga2 saja gak bikin semua yang berkunjung jadi sedih.. Salam kangen juga buat mbak.. mbak sdh aku add di Fb.. di approve ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s